Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juli 2009

CINTA DALAM SAMUDRA


Bb.22

Terangnya surya, panasnya mentari,

Manisnya hidup, getirnya rasa dan kecewanya hati,

Pandangan langit yang penuh cahaya bintang

Kunang-kunang berterbangan berputar di cakrawala

Sawah ladang menghijau panen hampir tiba,

Datang ditanganku sebuah bingkisan cantik,

Kutatap, kupeluk, kucium, ku………dan ku…….

Bawa hingga terlelap tidur tak sadarkan diri,

Terhentak bangun kandas dalam samudra,

Kukejar ku berlari ku terbang tak mampu berkata

Sedetik, seminit, sejam dan…………..kapanpun

Samudra tak hilang, cinta terdesak ombak,

Akupun panjang umur…..

Surabaya,

23 Mei 1993


Rabu, 24 Juni 2009

DOSA ADALAH DOSA

Bb.2२
Tuhan Engkau tahu apa yang ada dihatiku
Melirik, memegang, bergunjing tentang hawa
Baru tumbuh dewasa, dan polos sikapnya
Tuhan manusia hidup di dunia tidak mungkin bosan
Sedang Engkau berkata itu dosa
Gendang berbunyi, seruling merdu terdengar
Insan berlari kejar mengejar laksana petir mengglegar…..

Tuhan, masih baikkah diriku ini
Yang memuji kata manis,
Yang punya sikap menarik
Penuh kharisma dan dan ugal-ugalan
Dikala suasana sepi tangan terbang
Pada sela-sela yang terlarang
Namun tak ada amarah, tersentak
Tuhan ada dimataku

Rabu, 10 Juni 2009

NYANYIAN LANGIT DALAM ANUGERAH

Bb.22
Bila cinta terperangkap dusta
Semua frustasi tak cukup ditangisi
Sebab air mata bukan dewa penolong
Yang membalut luka diatas nestapa
Tapi............
Lupakanlah bahwa cinta pernah ada
Sedang dunia tak selebar permen karet
Yang hanya sebatas mulut mengunyah
Janji-janji itu membuat terbuai
Sumpah-sumpah itu membuat yakin dan percaya
Namun kenyataan tak kunjung datang
Cinta hanyalah ucapan yang manis
Bukti selalu menanti
Sampai dibawa mati.

Sabtu, 06 Juni 2009

HIDUP DALAM GENGGAMAN MALAIKAT


(Bb.22)
Tercatat,tersirat, dalam prasasti abadi,
Bertahan tak pernah hilang,
Tercantum tak pernah luntur,
Termuat tak pernah lapuk,
Mata jadi rabun,
Rambut beruban,
Kulit keriput ke dalam sukma
Otot-otot nampak bergaris-garis tebal melingkar,
Suara serak tak jelas terdengar,
Gigi mulai rontok diganti yang palsu,
Jalan mulai terseok-seok membungkuk,
Adakah umur ini panjang,
Setiap berulang tahun minta dipanjangkan umurnya,
Amalan belum sadarkan diri,
Kesenangan masih menyelimuti hati
Ingin gembira,
Ingin berfoya-foya
Dan ingin bergaul bebas.......
Siksa makin dekat, umur sudah tidak kuat menggenggam,
Surga jauh tak terjangkau, neraka bikin takut yang berpahala,
Malaikat tak bosan-bosan mencatat dalam qolbu,
Tak akan berhenti untuk hal ini....jelek ? ..... baik ?

Selasa, 02 Juni 2009

.. & ?

(Bb.22}Anak negeri terlantar di kaki lampu setopan
Tidur di jembatan beralas lantai ,dingin hujan,basah
Suara lantang dan geram muka penuh penyesalan
Ada tertawa, ada senyum, ada yang teriak dan menangis
Sekelompok lelaki membuat lingkaran ada gambar didepannya
Tangannya bergerak-gerak sambil ngotak-atik alat yang tak terlihat
Badan gede bertato dan berkalung menghampirinya dan henbtakan,
Mulutnya membuat ciut yang ada disekitarnya,
Jembatan itu adalah untuk pertemuannya
Jembatan itu adalah untuk mengadu untung
Jembtan itu adalah sebagai lapangan pekerjaan
Dan jembatyan itu mereka telah dibui
Anak negeri ingin kembali ke kampungnya, tanah lahirnya,
…………………………………………………………………………………………….

Roro Mendut

Roro Mendut
Bersama Teater Johar Sebagai temenggung Wiroguno

Dalam Kraton Sumenep

Dalam Kraton Sumenep
Kolam Pemandian Putri Kraton Jaman Kerajaan.

ONLINE

PERTEMPURAN SURABAYA DI HOTEL ORANYE

PERTEMPURAN SURABAYA DI HOTEL ORANYE
PENTAS DRAMA SURABAYA SEPANJANG JAMAN

GERAK JALAN TRADISIONAL MAJOKERTO SURABAYA

GERAK JALAN TRADISIONAL MAJOKERTO SURABAYA
FOTO BERSAMA DENGAN PESERTA TANGGAL 14 NOPEMBER 2009

Berlatih drama di Alam Terbuka

Berlatih drama di Alam Terbuka
SMA Negeri 1 Cerme Di Pantai Kenjeran Surabaya