Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juli 2013

AKHLAQ

(bambang pos)
Dalam buku Aqidah Akhlaq Madrasah Aliyah kelas 1 penerbit sinar Wijaya Surabaya diartikan bahwa akhlaq berasak dari bahasa Arab, bentuk jamak dari Khuluq yang artinya Tabiat, budi pekerti atau watak. Dalam bahasa Indonesia "akhlaq mempunyai persamaan kata (sinonim) seperti : kesusilaan, sopan santun. Dalam bahasa Inggris disebut, moral, ethic, dan dalam bahasa Yunani disebut : ethos, ethicos.
Akhlaq menurut Imam Ghozali dalam kitabnya "Ihya Ulumudin"
"Alkhuluqu 'ibaaratun 'an haiatil nafsi rasikhatin 'anhaa tashdurul af'aalu basuhuu latin wa yusrin min ghoiri khaa jatin ilafikrin wa ruwiyatin
Artinya "Akhlaq ialah ungkapan tentang sikap dan tingkah laku jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa memerlukan pertimbangan/fikiran (lebih dahulu).
Sedangkan menurut Prof. Dr. Ahmad Amin, "Bahwa yang disebut Akhlaq ialah kehendak yang dibiasakan. Artinya bahwa kehendak itu apabila membiasakan sesuatu, maka kebiasaan itu dinamakan akhlaq"
Selanjutnya pengertian khuluq menurut Ibnu Athir dalam kitabnya " An-Nihaya" ialah "gambaran bathin manusia yang tepat (yaitu jiwa dan sifat-sifatnya), sedangkan akhlaq merupakan gambaran bentuk luarnya (seperti raut muka, warna kulit, tinggi rendah tubuhnya, dan lain sebagainya).
Dari beberapa pengertian tersebut, dapat ditarik satu kesimpulan bahwa pegertian akhlaq adalah :
  1. Perbuatan dilakukan berulang kali sehingga menjadi adat kebiasaan.
  2. Perbuatan dilakukan dengan kesadaran jiwa, bukan dengan paksaan atau tanpa kesengajaan.
SUMBER-SUMBER AKHLAQ
  1. Al-Qur'an
  2. Hadits
Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah ra, ia berkata : Akhlaq Nabi Muhammad saw adalah Al-Qur'an. Sedangkan Allah SWT, menyatakan bahwa nabi Muhammad saw sebagai teladan yang baik dalam firman-Nya :
Laqod kaana lakum fii rosulillahi iswatun khasanatun liman kaan yarjuullaha wal yaumil achiro wa dzakarollaha katsiiron.
Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasullullah itu teladan yang baik bagimu(yaitu) bagi orang yang mengharapkan  (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan ia banyak menyebut Allah ( Q.S. Al-Ahzab :21 ).
Dalam Firman yang lain :
Wa innaka la'ala khulqin 'adlimin.
Artinya : "Sesungguhnya engkau ya Muhammad, seorang yang berbudi tinggi, berakhlaq utama ( Q.S. Al - Qalam 4 ).

Ayat-ayat diatas tersebut diatas menunjukkan, bahwa tindak=tanduk, sikap dan tutur kata Rasulullah saw merupakan contoh bagi pengikut-pengikutnya. Alh Hadits atau Ass Sunnah merupakan dasar ke dua dalam pembinaan akhlaqul Karimah.
Sabda Nabi saw.
Innamaa bu'itstu liutamima makaarimal akhlaqi
Artinya : " Bahwasannya aku diutus, hanya untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia.

Seorang penyair ibnu Rusyd pernah mengungkapkan dalam syairnya sbb :
Wainnamaal umamul akhlaqu maa baqiyat
Fainhumuu dzahabat akhlaquhum dzahabu.
Artinya : " Sesungguhnya bangsa itu hanya tegak dan jaya selama mereka masih mempunyai akhlaq yang mulia, Apabila akhlaq (yang baik) telah hilang, maka hancurlah bangsa itu."

PEMBAGIAN AKHLAQ
Ada dua macam akhlaq :
  1. AKHLAQ MAHMUDAH ( akhlaq yang terpuji)
  2. AKHLAQ MADZUMAH  ( akhlaq yang tercela)
Yang termasuk akhlaq Mahmudah ialah sbb :
  1. La-Amanah         = jujur dan dapat dipercaya
  2. Al-Alifah             = disenangi
  3. Al-Afwu              = pemaaf
  4. Aniisatun             = manis muka
  5. Al-Khairu            = kebaikan (baik)
  6. Al-Khusyuu         = tekun
  7. Adh Dhiyaafah    = menghormati tamu
  8. Al-Khufran          = suka memberi maaf
  9. Al-Hayau             = Malu kalau diri tercela
  10. Al-Hilmu             = menahan diri dari berlaku ma'siat
  11. Al-hukmu bil' adli= menghukum
  12. Al-Ikhaa-u           = menganggap bersaudara
  13. Al-Ikhsan            = berbuat baik
  14. Al-Ifafah             = memelihara kesucian diri
  15. Al-Muruaah        = berbudi tinggi
  16. An Nahafah        = bersih, baik
  17. Ar-Rahmah         = belas kasih
  18. As-Sakhaa-u       = pemurah
  19.  As-Salam           = kesentosaan
  20. Ash Shalihaat     = beramal shalih
  21. Ash-Shabru        = sabar
  22. Ash-Shiddiqu     = jujur, berkata benar
  23. Asy-Syaja'ah      = berani
  24. At-Ta'aawun      = bertolong-tolongan
  25. At-Tadlaarru      = merendahkan diri kepada Allah SWT
  26. At-Tawadldlu    = merendahkan diri kepada sesama manusia
  27. Al-Qana'ah        = merasa cukup dengan yang ada pada dirinya
  28. Izzatun Nafsi    = berjiwa kuat, suci
Yang termasuk akhlaq madzumah ialah sbb :
  1. Annaaiah           = egoistis
  2. Al Baghyu         = lacur
  3. Al Bakhlu          = kikir, pelit
  4. Al Buhtaan        = berdusta
  5. Al Khamru        = peminum khamar
  6. Al Khiyaanah    = khianat
  7. Adh-Zhulmu     = zolim
  8. Al Jubun            = pengecut
  9. Al Fawaahisy     = dosa besar
  10. Al Ghadab          = pemarah
  11. Al Ghasysyu       = mengicu = menipu sukatan
  12. Al Ghiebah         = mengupat
  13. Al Ghina             = merasa tidak perlu yang lain
  14. Al Ghurur           = memperdayakan
  15. Al hayaatud Dunya=kehidupan dunia
  16. Al Hasad             = dengki
  17. Al Higdu             = dendam
  18. Al Ifsaad             = berbuat kerusakan
  19. Al Intihaar          = menjerumuskan diri = membunuh diri
  20. Al Israaf             = berlebih-lebihan
  21. Al Istikbaar        = takabur
  22. Al-Kizbu            = dusta
  23. Al Liwaathah     = homo sexual
  24. Al Kufraan         = mengingkari nikmat
  25. Al Makru           = penipuan 
  26. An Naminah      = mengadu domba
  27. Qatlun Nafsi      = membunuh diri
  28. Ar Raibaa          = memakan riba
  29. Ar Riyaa            = mencari muka
  30. As Sikkhriyaah = berolok-olok
  31. As Sirqoh          = mencuri
  32. Asy Syahwaat   = pengikut hawa nafsu
  33. At Tabdzir         = menyia-nyiakan/menghambur-hamburkan
  34. At Tanabuzu bil alqab = melebih-lebihkan
Dengan pengertian akhlaq diharapkan adanya terbentuknya perilaku kepribadian muslim yang luhur berwatak sosial dan berbudi baik lahir dan batin. Adanya perilaku yang baik bisa sebagai penyelamat kehidupan didunia dan dapat hasil diakherat nanti....... amiin..
 

Senin, 08 Oktober 2012

KEPEMIMPINAN NABI MUHAMMAD SAW, DIKRITIK UMAR BIN KHATAB

(bambang pos)
Saya teringat yang diceritakan oleh ustadz saya, ketika menjelaskan mengenai kepemimpinan Muhammad SAW. 
      Bahwa Rasulullah dengan hati yang sabar dan tidak pernah marah ketika dapat kritikan dari sahabat-sahabatnya, bahkan beliau tidak pernah memusuhi pengkritik tersebut, sebaliknya pengkritik tersebut dijadikan sahabatnya. Karena sahabat yang baik adalah orang yang mau berkata jujur dan benar kepada kita.
Misalnya saja saya ambil suatu contoh kritik yang disampaikan Umar Bin Khattab boleh dikatakan sudah merupakan suatu tindakan oposisi yang keras. Yakni ketika kepala orang-orang munafik. Abdullah bin Ubay bin Salul mati; anaknya yang bernama Abdullah bin Abdullah bin Ubay bin Salul yang muslim memberitahukan kepada Rasulullah perihal kematian ayahnya yang munafik itu. Lalu Nabi SAW dengan sejumlah sahabatnya melakukan shalat Jenazah.
     Umar menolak dengan keras, mengkritik dan menentang keputusan Rasulullah tentang shalat jenasah orang munafik.
Ternyata tindakan Umar tersebut dibenarkan olah wahyu Alllah yang melarang Nabi melakukan shalat atas orang-orang munafik dan orang-orang fasik yang mati.
Hal ini termasuk dalam firman Allah dalam (Q.S.9/ At-Taubah :84) yang terjemahannya kurang lebih berbunyi :
 "Dan janganlah kamu sekali-kali menshalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka (kaum munafik dan fasik) dan janganlah kamu berdiri di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasulnya dan mereka mati dalam keadaaan fasik."

Rasulullah tidak mencari-cari kesalahan Umar atau membenci Umar yang telah mengkritiknya. Beliau malah berterima kasih dan meminta maaf kepada Umar karena kritiknya tidak didengar.


Jumat, 10 Agustus 2012

ARAFAH

(bambang pos)
Dalam hadist rasulullah s.a.w. menyebutkan Al-hajju arafatu yang artinya "Haji itu melakukan wukuf di Arafah.
Tanpa wukuf berarti belumlah seseorang berhaji. Wukuf di Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijjah sesudah tergelincir mata hari samapai dengan tanggal 10 Zulhijah sebelum fajar terbit.
Arafah adalah padang sahara yang luas, dikelilingi oleh bukit-bukit dan gunung-gunung, letaknya sejauh 25 km. dari kota Makkah. Bila pada hari-hari biasa Arafah dalam keadaan sunyi dan sepi, tiada orang yang berdiam ditempat tersebut, kecuali para gembala yang sedang menggembalakan kambingnya. Tetapi jika sudah menjelang wukuf pada tanggal 8 dan 9 Zulhijjah Arafah menjadi lautan manusia dan orang dapat melihat berpuluh-puluh ribu kemah dipasang orang dan dibawah kemah-kemah itu hamba-hamba Allah memuja dan memuji serta memanjatkan doa kepada Allah Rabbul Izzati.
Pada tahun sepuluh (10) Hijriyah Rasulullah s.a.w. bersama-sama lebih kurang 10 ribu umat Islam yang menunaian ibadah haji, mereka bersama-sama wukuf ditempat ini.
Hari tersebut Rasulullah s.a.w.mengucapkan pidato yang antara lain sbb :
"Kamu sekalian dari Adam - Dan Adam dari tanah, tak ada keutamaan bagi orang Arab atas orang ajam (bukan orang Arab) melainkan takwanya kepada Allah s.w.t."
Kemudian pada saat tersebut turunlah wahyu dan dibacakan pula oleh Rasulullah s.a.w. kepada semua yang haji. artinya kurang lebih 
"Pada hari ini aku telah menyempurnakan bagi kamu, agamamu, dan aku telah penuhi akan nikmatku, dan Aku telah merelakan Islam itu menjadi Agama".
selesai Rasulullah s.a.w. membacakan wahyu tersebut, para sahabat banyak yang menangis dan mereka sudah merasa bahwa dalam waktu yang tak lama Rasulullah s.a.w. akan meninggalkan mereka. Haji tersebut dalam kalangan ummat Islam disebutkan Haji Wada' yang artinya Haji pamitan, karena setelah peristiwa tersebut Rasulullah s.a.w. tidak menunaikan ibadah Haji lagi pada tahun berikutnya, karena telah wafat.
a. Jabal Rahmah :
Jamaah Haji yang sudah berada dipadang Arafah untuk wukuf, maka ditempat tersebut terdapat tugu, bukit tersebut bernama Jabal Rahmah. Menurut riwayat sewaktu Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa turun dari Syurga, keduanya terpisah dalam waktu yang cukup lama sampai 200 tahun. yang akhirnya bertemu di padang Arafah dan berkumpul di Jabal Rahmah. Pada umumnya para jamaah Haji tidak ketinggalan berkunjng naik keatas Jabal Rahmah, mereka ada yang melakukan ibadah shalat sunnat dan berdoa. Dan perlu diketahui bahwa bukit Jabal Rahmah adalah bukit yang bersejarah.
Dikaki Jabal Rahmah sebelah Timur dalam jarak kurang lebih 40 meter adalah tempat Rasulullah s.a.w. berwukuf.
b. Masjid Namirah
Ditengah-tengah padang pasir Arafah terdapat sebuah Masjid bernama Namirah, karena riwayat Masjid tersebut ada seorang wanita bernama Namirah, dia bersedia mengabdikan diri menjaga Masjid tersebut sampai akhir hayatnya. Ditempat ini pulalah wanita tersebut dikuburkan.
Pada Waktu Rasulullah melakukan Haji wada' Haji terakhir bagi Rasulullah s.a.w. beliau melaukan shalat dhuhur dan ashar dengan jama'takdim di Masjid ini.
c. Rumah Sakit Pemerintah Saudi Arabia
Di Arafah tidak bangunan selain Rumah Sakit. yang dipergunakan untuk para jamaah Haji yang perlu mendapat rawatan dan pengobatan. Segala pembiayaan baik gaji para dokter, para perawat dan obat-obatan ditanggung oleh pemerintah Saudi Arabia.



Kamis, 02 Agustus 2012

FADILAH/KEUTAMAAN SHOLAT TAROWIH

(bambang pos)
Dalam melaksanakan Sholat terawih  dapat diketahui adanya keutamaan atau fadilah yang kami kutip dari kitab " Durrotun Nasihin" dan di lanjutkan dalam buku yang diberi judul tuntunan Nabi SAW tentang sholat Tarowih karya Asyeikh Mohammad Ali Ash Shobuni alih bahasa Yunus Ali Al-Mudhor dan H.A Hadi Dahlan LC sebagai berikut   :
  1. Malam Pertama  : Seseorang mukmin akan keluar bebas dari dosanya seperti pada hari ia dilahirkan ibunya.
  2. Malam Kedua     : Diampuni dosanya dan kedua orang tuanya jika ia orang-orang mukmin.
  3. Malam ketiga      : Berserulah malaikat dibawah Arasy : Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu.
  4. Malam ke 4        : Ia diberi pahala seakan-akan telah membaca Kitab Taurat, Zabur, Injil dan Qur'an
  5. Malam ke 5        : Ia diberi oleh Allah pahala seperti orang yang telah sembayang di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
  6. Malam ke 6        : Ia diberi olah Allah pahala seperti pahala orang yang berthawaf di Baitullah dan meminta ampun baginya semua batu dan pasir.
  7. Malam ke 7        : Ia seakan-akan telah mengalami masa nabi Musa as. dan membelanya terhadap Fir'aun dan Hamman.
  8. Malam ke 8        : Allah memberikan kepadanya apa yang telah diberikan kepada nabi Ibrahim as.
  9. Malam ke 9        : Seakan-akan ia telah beribadah kepada Allah seperti ibadahnya nabi Muhammad Saw.
  10. Malam ke 10      : Ia dikurniai oleh Allah kebaikan dunia dan akherat.
  11. Malam ke 11      : Ia keluar dari dunia bersih bebas dari dosa seperti pada hari ia dilahirkan ibunya.
  12. Malam ke 12      : Ia akan tiba di hari dengan wajah berseri-seri bercahaya seperti bulan purnama.
  13. Malam ke 13      : Akan terhindar di hari qiamat dari segala keburukan.
  14. Malam ke 14      : Ia memperoleh kesaksian dari malaikat bahwa ia telah melakukan sembayang terawih dan karenanya ia tidak menghadapi khisab.
  15. Malam ke 15      : Para malaikat pendukung Arasy membacakan shalawat untuk dia.
  16. Malam ke 16      : Allah mencatat kebebasan dari api neraka.
  17. Malam ke 17      : Ia diberi pahala para nabi
  18. Malam ke 18      : Ia dipanggil oleh para malaikat : Hai hamba Allah, ketahuilah bahwa Allah telah meridloi engkau, dan meridloi kedua orang tuamu.
  19. Malam ke 19      : Allah mengangkat derajatnya dalam tingkat syurga Firdaus.
  20. Malam ke 20      : Ia diberiNya pahala seperti para Syuhada' dan orang orang sholeh.
  21. Malam ke 21      : Allah membangun baginya sebuah rumah dari cahaya di dalamnya syurga.
  22. Malam ke 22      : Ia tiba di hari qiamat terhindar dari segala rasa duka dan sesak hati.
  23. Malam ke 23      : Dibangunkan oleh Allah baginya sebuah kota di dalam surga.
  24. Malam ke 24      : Dikabulkan 24 doa dari padanya.
  25. Malam ke 25      : Dibebaskan oleh Allah dari azab dalam kubur.
  26. Malam ke 26      : Diberinya pahala 42 tahun.
  27. malam ke 27      : Ia akan melalui shirat secepat kilat.
  28. Malam ke 28      : Akan diberinya 1000 tingkat di syurga.
  29. Malam ke 29      : Diberi Allah pahala seribu kali perjalanan haji yang makbul.
  30. Malam ke 30      : Berfirman Allah kepadanya : Makanlah buah-buahan syurga, mandilah dengan air salsabil dan minuman dari air kautsar Aku tuhanmu dan engkau hambaKu.

Kamis, 24 Juni 2010

AYAT-AYAT SAJADAH SUJUD TILAWAH

Bb.22
Belum semua kaum muslimin, muslimat mengetahui tentang ayat-ayat sajadah ketika terdengar di waktu shalat maupun diluar shalat. Bila mana umat Islam mendengar ayat tersebut diatas, maka disunahkan untuk melaksanakan sujud Tilawah. Ayat-ayat yang disunahkan sujud waktu membacanya :
  1. Ayat 206 Surah Al-A'raf ( Walahu yasjuduuna)
  2. Ayat 15 Surat Ar-Ra'd ( Bilghuduwwi wal 'ashooli )
  3. Ayat 50 Surah An-Nahl ( Wayaf'aluuna maa yu'maruuna )
  4. Ayat 109 Surah Bani Israil ( wayaziidy hum chutsuu'an)
  5. Ayat 58 Surah Mar-yam ( Charruu sujjudan wabukiyyan)
  6. Ayat 18 Surah Al-Hajj ( Innallaha yaf'alu maatasyau )
  7. Ayat 77 surah Al-Hajj ( Laallakum tuflichunna )
  8. Ayat 60 Surah Al-Furqon ( Wadzadahum Nuwuran )
  9. Ayat 26 Surah An-Naml ( Robbul 'arsyl'adliimi )
  10. Ayat 15 Surah As- Sajdah ( Wahum laayastakbiruuna )
  11. Ayat 24 Surah As-Shad ( Wacharraraa ki'an wa anaaba )
  12. Ayat 38 Surah H'a-miem ( Wahum Laa yasamuna )
  13. Ayat 62 Surah An-Najm ( Faasjuduu lillahi wa'buduu )
  14. Ayat 21 Surah Al-Insyiqaq ( Laayasjuduuna )
  15. Ayat 19 Surah Al-Alaq ( Wasjud waqtarib )
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  1. Sujud Tilawah itu sekali saja buat satu ayat Sajdah
  2. Buat sujud itu tidak perlu wudlu dan tidak perlu bersih badan daripada najis.
  3. Baik menghadap qiblat buat sujud itu.
  4. Tidak disyaratkan Attahi-yat dan salam, tetapi perlu takbier.
  5. Kalau kebetulan bacaan sembayang kena ayat sajdah, disunatkan sujud diwaktu itu, lantas sambung sembayang lagi.
  6. Kalau yang membawa tidak sujud, tidak disunahkan pendengarnya sujud.
  7. Didalam sujud dibaca : ( Sajada Wajhie lilladzie khalaqahu wa syaqqa sam-'ahu waba sharahu bihaulihie wa quwwatihie ).
  8. Artinya Bersujud diriku kepada (Tuhan) Yang menjadikan dan membikin diriku dan menyebabkannya mendengar dan melihat dengan kuat kuasanya.




Selasa, 08 Juni 2010

MERAWAT JENASAH

Bb.22
Setiap manusia yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, untuk itu kepada kita semua berkewajiban untuk menjalankan amalan-amalan kebaikan dimuka bumi Allah ini sebelum ajal menjemput kita. Islam adalah agama yang sangat bijaksana menganjurkan kepada pemeluknya untuk menengok orang yang sedang sakit. Apabila kita melihat ada orang sakit yang tampak sudah payah, diperkirakan sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup, maka sebaiknya bagian kepalanya dihadapkan ke kiblat, yakni pada posisi badan terlentang ke arah utara, sedang kakinya diarah selatan.
Disaat-saat keadaan orang sakit sudah sedemikian itu, maka bagi keluarga atau ahli waris berkewajiban menuntunnya dengan bacaan Laa Ilaaha Illallah atau Allah secara terus menerus.
Dan akan lebih baik bila dalam menuntun bacaan dzikir itu agak didekatkan pada telinganya. baik yang kiri maupun yang kanan. Sesuai dengan bunyi hadits Rosulullah saw.
Lakkinuu mautaa kum Laa Ilaaha Illallah (Hadits riwayat Muslim).
Artinya Hendaknya kamu semua mengajari kepada orang-orang yang akan mati dengan bacaan "Laa Ilaaha Illallaha".
Orang yang sudah mati hendaklah kedua matanya dalam keadaan masih terbuka segera dipejamkan dengan mengurut pelupuk matanya secara pelan-pelan, jika mulutnya masih ternganga supaya diusahakan jangan sampai terbuka, jika perlu boleh dipakai tali seperti selendang. Kemudian tutuplah dengan kain jarit. Lebih baik si mayat dipindahkan di tempat yang agak luas sehingga para tamu, keluarga, famili tidak ada halangan untuk mencium mayat itu, karena kesayangannya dan berduka cita atas kematiannya. Hanya saja jangan berlebih-lebihan.
Memandikan Jenasah
Hukum memandikan jenasah menurut hadits maupun kitab-kitab figh yang muktabar, hukumnya wajib kecuali, orang yang mati syahid, orang yang mati terbakar, bayi yang gugur dalam kandungan dan ketika lahir sudah tidak bersuara menjerit-jerit.
Prtaktek memandikan jenasah.
Siapkan tempat untuk memandikan dan tertutup lokasinya dengan tenda, siapkan alat-alat pemandian Seperti, bak air besar, beberapa tempat air kecil (ember), siduk air, bangku untuk meletakkan mayat, kapas untuk membersihkan kotoaran, sabun, handuk, kain jarit untuk tutup seperlunya.
Cara memandikan mayat
Ambil kain untuk menutupi aurat si mayat, setelah itu diambil pakaian yang semula dipakai, dimulai niat memandikan mayat lalu membaca basmalah, siramlah dengan air yang tersedia, bersihkan kotoran yang ada hendaknya dilakukan dengan pelan-pelan, tidak boleh keras-keras, pada siraman pertama supaya dimulai dari bagian kepala sampai kedua kakainya secara merata, sambil menekan bagian perut dengan tangan yang telah memakai plastik dengan tujuan agar sisa kotoran yang mungkin masih ada dalam perut dapat keluar dari dubur, pada siraman yang pertama ini supaya memakai air yang sudah diberi daun bidara, si mayat supaya dimiringkan ke kanan dan sabunlah sambil disiram dengan air kemudian dibalik meringkan ke kiri, juga disabun sambil disiram air bersih yang tersedia dalam bak air sampai merata seluruh tubuhnya, apabila sudah bersih supaya diwudlukan, seperti kalau kita mau shalatdan jangan lupa membersihkan gigi-giginya dan telinganya, yang terakhir disiram air yang dicampur kapur barus sedikit saja, setelah itu suaya dihanduki, agar sisa air pada tubuh si mayat itu dapat kering terus kain basah (dipakai mayat) supaya diganti dengan kai kering yang menutup ke seluruh tubuhnya, kemudian angkatlah pelan-pelan menuju ke ruangan yang sudah tersediakan, dimana kain kafan sudah siap dipakaikan.
Mengkafani Jenasah
Siapkan kain putih yang kuat, baik mayat laki-laki atau perempuan, sudah baligh atau anak kecil maka harus dibungkus masing-masing sebanyak 3 lapis yang panjang dan lebarnya sama sekiranya dapat mencukupi seluruh badan si mayat, 3 lapis itu tidak temasuk baju kurung dan surban. Karena itu jika mayat laki-laki dikehendaki dibungkus 5 lapis maka 3 lapis kain putih, 1 kain baju kurung 1 kain surban, jika perempuan hendak dibungkus 5 lapis maka 2 lapis kain putih, 1 lapis kain rangkapan untuk shalat, 1 kain tutup kepala (mukena), 1 kain baju kurung, paling sedikit kain kafan adalah 1 lapis bila mana uang yang dipergunakan tidak cukup.
Cara Mengkafani Mayat.
Ambil kain yang telah dipersiapkan, kain untuk sarung dan baju cukup disobek, tidak usah dijahit, bagi mayat perempuan ditambah kerudung dan selendang dan sisanya untuk membungkus (usahakan bisa mencukupi 3 lapis), lentangkan kain kafan itu yang rapi, kemudian letakkan mayat di atasnya membujur lurus, sarung baju dipakaikan yang rapi juga selendang dan mukena bagi mayat perempuan, lubang-lubang yang mungkin masih mengeluarkan kotoran supaya ditutup dengan kapas seperti mulut, hidung, telinga, dubur dan lain sebaginya dianjurkan juga sela-sela jari tangan dan kaki diberi kapas, sesudah itu bungkuslah baik-baik dengan kain kafan itu tadi sampai rapet, taburkan kapur barus atau wangi-wangian jangan lupa dalam bungkusan itu simayat dalam posisi kedua tangannya bersekap,s etelah dibungkus dengan baik terus diikat paling sedikit diikat pada ujung kepala, bagian perut dan ujung kaki, ikat yang dipergunakan terbuat dari kain putih secukupnya dan ikatannya dalam keadaan mudah terlepas, kemudian letakkan ditempat yang baik dan siap untuk dishalati.
Shalat Jenasah
Menurut hadist , orang yang mengetahui ada orang mati kemudian ia menshalatinya, maka akan memperoleh pahala yang besar sekali, karena itu sebaiknya bila kita mengetahui ada orang mati hendaknya ikut saja menshalati jenasah, orang yang shalat jenasah harus suci dari hadats dan najis, maka hendaklah mengabil air wudlu, jenasah supaya dihadapkan ke arah qiblat, membujur ke utara (maksudnya kepala di utara dan kaki di selatan), jenasah diletakkan ditempat yang tinggi, untuk mayat laki-laki imam tepat pada jalur bagian kepala sedang mayat perempuan di jalur arah perut, bentuk susunan shaf sebaiknya berhimpitan membelakang dijadikan 3 shaf atau 4 shaf.
Mengubur Jenasah
Ada 3 orang yang turun lebih dahulu keliang kubur untuk menerima mayat, seseorang menerima bagian kepala, seseorang menerima bagian tengah, seseorang menerima bagian kaki dengan pelan-pelan berada dalam kubur, sewaktu mayat atau jenasah itu dimasukkan ke dalam kubur hendaknya yang memasukkan itu membaca :Bismillahi wa'alaa millati Rasulillah, letakkan mayat itu di liang lahat dalam kuburan tersebut dengan posisi menghadap kiblat, miring ke barat dengan membujur ke utara, tali-tali yang ada terutama yang ada di bagian wajah (kepala) supaya dilepas dan bukalah kain kafan yang ada dibagian muka (sehingga wajahnya dalam keadaan terbuka), mayat diberi penyangga atau ganjel supaya mayat posisinya tetap miring, pipi mayat yang kanan harus kena tanah, maka bagian ini harus tetap terbuka, sebelum liang lahat itu ditutup dengan papan, terlebih dahulu di adzani, kemudian tutuplah dengan papan kayu dan ditimbun kembali tanah atau diurug dengan pelan-pelan, setelah selesai sebaiknya ditalkin lebih dahulu.



Jumat, 11 September 2009

PERJALANAN HIJRAH NABI MUHAMMAD SAW. DI MADINAH


Bb.22
Selama perjalanan hijrah ke Madinah Rasulullah membangun 4 masjid yan bersejarah. Beliau melakukan perjalanan menunggu tertidurnya pasukan Quraisj yang mengepung rumah beliau, namun dengan beraninya Ali Bin Abu Tholib menggantikan posisi tidurnya Rasulullah SAW. Akhirnya beliau bisa melaksanakan perjalanan hijrah atas perintah Allah SWT. Tahu Muhammad tidak ada ditempat pasukan Quraisj mengejar Rosulullah SAW. saat itu beliu berlindung bersama sahabatnya Abubakar Assidiq r.a. di Jabal Tsur disebelah selatan dari Majidil haram sejauh kurang lebih 6 km. Kaum kafir dalam mengejar Rosulullah Saw. tidak menemukan, maka mereka terus mencari dimana-mana, tetapi tidak dapat menemukannya pula.
Pembesar-pembesar kaum kafir Quraisj telah membuat maklumat dalam keadaan hidup ataupun mati, akan diberi hadiah 100 ekor unta, dengan demikian nafsu mengejar Muhammad semakin besar. Sebenarnya kaum kafir Quraisj sudah sampai di gua Jabal Tsur, mereka mendapatkan gua tersebut tertutup dengan sarang laba-laba, dan nampak disitu burung merpati yang sedang menelor disarangnya. Dengan melihat kadaaan tersebut Nabi Muhammad saw. tidak mungkin bersembunyi di gua tersebut. Hati sahabat Abubakar Assidiq r.a. cemas dan gelisah kemudian turunlah Wahyu Allah surat Attaubah ayat 40.
Setelah orang kafir Quraisj pergi beberapa hari kemudian Nabi Muhammad saw. dan sahabatnya meneruskan perjalanan ke Madinah.
  1. Masjid Quba :
Quba adalah desa yang letaknya 5 km dari Madinah, waktu di Quba Nabi menempati rumah Kalsum bin Hadam dari kabilah amr bin Auf, kedatangan beliau pada hari senin tanggal 12 Robiul Awal tahun ke 13 kenabiannya atau tahun 53 dari kelahiran beliau. Di Quba inilah beliau mendirikan Masjid pertama yang didirikan oleh Rasulullah saw. dan Masjid ini pula disebutkan dalam kitab suci Al Qur'an dengan nama Masjid Taqwa (dalam surat Attaubah ayat 108).
"Sesungguhnya masjid yang didirikan diatas dasar Taqwa sejak hari pertama didirikan itu, lebih patut di dalamnya engkau berdiri shalat. didalamnya masjid itu ada orang yang suka supaya dirinya bersih, sedang Allah bersih kepada orang bersih:"
Masjid Quba ini berdiri diatas sebidang tanah milik Kalsum bin Hadam batu pertama diletakkan oleh nabi sendiri. Masjid Quba ini dibangun Rasululah saw. 2 kali pertama ketika kiblatnya menghadap ke Baitulmagdis dan kedua ketika kiblatnya menghadap ke Baitullah. Dalam membangun Masjid Quba beliau dibantu oleh Malaikat Jibril. Di Masjid ini pula pertama kali diadakan shalat berjamaa'ah secara terang-terangan.
Keistimewan masjid Quba ini pernah Rasullulah saw. bersabda :
"Barang siapa telah berwudlu dirumahnya kemudian berkunjung ke Masjid Quba, lalu shalat maka akan mendapat pahalanya seperti pahala mengerjakan ibadah umrah ".
2. Masjid Jum'at
Letaknya disebelah kiri jalan bila orang pergi ke Masjid Quba dari kota Madinah kurang lebih 4 km.
Masjid ini diberi nama masjid Jum'at karena setelah Rasululah saw. istirahat 14 hari di Quba dan melanjutkan perjalanan hijrah menuju jastrib (kota Madinah sekarang) beliau sampat dikelurga Bani Amr bin Auf di Wadi Ranuna, karena kebetulan hari itu hari Jum'at dan beliau melakukan sholat berjamah bersama-sama dengan penduduk kampung tersebut.
Karena peristiwa tersebut pertama kalinya Rasulullah saw dengan penduduk Madinah melaksanakan shalat Jum'at, akhirnya diberi nama Masjid tersebut masjid Jum'at karena terletak di Wadi Ranuna hingga diberi nama Masjid Wadi.
3. Masjid Nabawi
Waktu Rasulullah saw. masuk Madinah banyaklah kaum Anshor yang menawari rumah tempat beristirahat, namun Rasulullah saw. senantiasa menjawab dengan bijaksana..
Rasulullah memerintahkan untanya untuk berjalan dan bilamana unta tersebut berhenti itulah tempat tinggal Nabi Muhammad saw. Akhirnya unta Nabi Muhammad saw. berhenti di tanah milik kedua anak yatim bernama Sahal dan Suhail kedua-duanya anak Amr bin Amarah dibawah asuhan Mu'adz bin Afta kemudian beliau dipersilahkan olah Abu Ayub Anshori untuk tinggal dirumahnya.
Setelah beberapa bulan Nabi muhammad saw. bertempat tinggal di Madinah, maka beliau merencanakan mendirikan masjid, diatas sebagian kebun milik As'ad bin Zurarah, sebagian tanah kepunyaan kedua anak yatim tadi dan sebagian tanah kuburan musyrikin yang telah rusak. Tanah kepunyaan kedua anak yatim tadi dibeli Abu Bakar r.a. sedangkan tanah kuburan serta milik As'ad bin Zurarah hanya diserahkan sukarela sebagai wakaf.
Yang meletakan batu pertama adalah Nabi sendiri sedangkan masjid tersebut kiblatnya menghadap ke Baitulmaqdis (sebab waktu itu perintah Allah supaya menghadap ke Baitullah belum diturunkan).
Disisi masjid tersebut dibangun tempat kediaman nabi dan keluarganya dan dibangun tahun ke 1 H.
Tentang pentingnya shalat di masjid Nabawi Nabi bersabda :
" Shalat di masjidku lebih utama dari seribu SHALAT ditempat lainnya, kecuali masjid Haram Dan shalat di Masjidil haram lebih utama 100.000 shalat ditempat lainnya. (riwayat Imam Ahmad)
4. Masjid Qiblatain
Masjid tersebut mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, letaknya di tepi jalan menuju ke kampus universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqi.
Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di yerusalem / Palestina. pada tahun ke 11 hijrah hari Senin bulan Rajab waktu Rasulullah saw. sedang melakukan shalat dhuhur di Masjid Bani Salamah ini. tiba tiba turunlah ayat dari surat Al Baqoroh ayat 144.
Dalam shalat dhuhur tersebut mula-mula Rasuluyllah saw. menghadap ke arah Masjidil Aqsa, tetapi setelah turun ayat yang artinya
"Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah kelangit, maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu kearah Masjidil Haram dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu kearahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya, dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan"
Setelah ayat tersebut turun beliau menghentikan sementara, kemudian meneruskan shalat dengan memindahkan arah menuju ke Masjidil Haram.
Dengan terjadinya peristiwa tersebut akhirnya diberi nama Masjidil Qiblaitain yang berarti Masjid berkiblat dua.
Dari penjelasan diatas bahwa Nabi Muhammad saw selalu mengingat akan keberadaan masjid dimana kita berada dan bertempat tinggal kita juga harus mengingat masjid.
Sebenarnya penulis ingin meriwayatkan keberadaan masjid di jaman Rasulullah, namun penulis hanya bercerita masjid yang bersejarah dalam perjalanan Rasulullah saw. melaksanakan hijrah sampai ke kota Madinah.
Wassalam

Kamis, 20 Agustus 2009

RUKUN DAN SYARAT NIKAH



Bb.22
  1. Menurut Syariat Agama Islam

Menurut syariat Islam, setiap perbuatan hukum harus memenuhi dua unsur, yaitu rukun dan syarat. Rukun adalah unsur pokok (tiang) dalam setiap perbuatan hukum, sedang syarat ialah unsur pelengkap dalam setiap perbuatan hukum.

Apabila kedua unsur ini tidak dipenuhi, maka perbuatan itu dianggap tidak sah menurut hukum. Demikian pula untuk sahnya suatu pernikahan harus dipenuhi rukun dan syarat.

1. Rukun Nikah
1) Calon mempelai laki-laki dan perempuan
2) Wali dan calon mempelai perempuan
3) Dua orang saksi (laki-laki)

4) Ijab dari wali calon mempelai perempuan atau wakilnya.

5) Kabul dari calon mempelai laki-laki atau wakilnya.

2. Syarat Nikah

a. Menurut syariat Islam.

1) syarat calon pengantin pria sebagai berikut :

a) Beragama Islam

b) Terang prianya (bukan banci)

c) Tidak dipaksa

d) Tidak beristri empat orang

e) Bukan Mahram bakal istri

f) Tidak mempunyai istri dalam yang haram dimadu dengan bakal isteri

g) Mengetahui bakal istri tidak haram dinikahinya

h) Tidak sedang dalam ihram atau umrah.

2) Syarat calon pengantin wanita sebagai berikut :

a) Beragama Islam

b) Terang wanitanya (bukan banci)

c) Telah memberi izin kepada wali untuk menikahkannya

d) Tidak bersuami dan tidak dalam iddah

e) Bukan mahram bakal suami

f) Belum pernah dili'an ( sumpah li'an) oleh bakal suami.

g) Terang orangnya

h) Tidak sedang dalam ihram haji atau umrah

3) Syarat wali sebagai berikut :

a) Beragama Islam

b) Baligh

c) Berakal

d) Tidak dipaksa

e) Terang lelakinya

f) Adil ( buikan fasik )

g) Tidak sedang ihram haji atau umrah

h) Tidak dicabut haknya dalam menguasai harta bendanya oleh pemerintah (mahjur bissafah)

i) Tidak rusak pikirannya karena tua atau sebagainya.

4) Syarat saksi

a) Beragama Islam

b) Laki-laki

c) Baligh

d) Berakal

e) Adil

f) Mendengar {tidak tuli}

g) Melihat (tidak buta)

h) Bisa bercakap-cakap (tidak bisu)

i) Tidak pelupa ( mughhaffal)

j) Menjaga harga diri ( menjaga muru'ah)

k) Mengerti maksud ijab dan qobul

l ) Tidak merangkap menjadi wali

5) Ijab dan Qabul

Ijab dan qabul harus berbentuk dari asal kata "inkah" atau "tazwij" atau terjemahan dari kedua asal kata tersebut yang dalam bahasa Indonesia berarti "Menikahkan"

Contoh :

a. Ijab dari wali calon mempelai perempuan : Hai Wulan bin, saya nikahkan fulanah, anak saya dengan engkau, dengan ;mas kawin (mahar).

b. kabul dari calon mempelai pria ; saya terima nikahnya fatimah binti........ dengan maskawin (mahar)............

Catatan :

Apabila wali dan calon mempelai laki-laki berhalangan iab dan kabul dapat diwakilkan dengan surat kuasa yang disahkan oleh PPN setempat atau Perwakilan RI di luar negeri.


Sumber dari Dirjen Bimas Islam Depag, 2006





Roro Mendut

Roro Mendut
Bersama Teater Johar Sebagai temenggung Wiroguno

Dalam Kraton Sumenep

Dalam Kraton Sumenep
Kolam Pemandian Putri Kraton Jaman Kerajaan.

ONLINE

PERTEMPURAN SURABAYA DI HOTEL ORANYE

PERTEMPURAN SURABAYA DI HOTEL ORANYE
PENTAS DRAMA SURABAYA SEPANJANG JAMAN

GERAK JALAN TRADISIONAL MAJOKERTO SURABAYA

GERAK JALAN TRADISIONAL MAJOKERTO SURABAYA
FOTO BERSAMA DENGAN PESERTA TANGGAL 14 NOPEMBER 2009

Berlatih drama di Alam Terbuka

Berlatih drama di Alam Terbuka
SMA Negeri 1 Cerme Di Pantai Kenjeran Surabaya